Tampilkan postingan dengan label Rizaldy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rizaldy. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Juni 2014

Tanam Mangrove Butuh Lebih dari sekedar Kepedulian.


Tg Piayu Batam 14 Juni 2014.Pengalaman menanam mangrove bukan hal yang langka bagi kami para aktivist lingkungan yang tergabung dalam selat bulang Monitoring, tetapi pengalaman saat melakukan penanaman mangrove di Tg Piayu sempena hari lingkungan hidup sedunia 2014, merubah pola pandang kami terhadap para pengusaha yang selama ini yang hanya menyumbangkan dananya bagi pemulihan lingkungan.

Fakta terlihat jelas bagi kami bahwa mereka lebih aktivist dari kami, mengapa tidak, selain dana , waktu libur, serta tenaga mereka lakukan, mereka tidak segan untuk terjun kepantai yang sedang air pasang tanpa alas kaki, padahal bagi kami yang paham akan habitat pesisir, didaerah ini banyak terdapat ikan Lepu (lion Fish).
Ipeh Bapedal

Hujan, yang penting tanam mangrove


Nurhidayat (Philips) Kami support bila diajak lagi

Susah menanam Mangrove but I'm happy

Oka Simatupang, kordinir distribusi mangrove

Dendi Purnomo, Tanam mangrove memang seperti ini

Minggu, 06 April 2014

Tanam 100 ribu mangrove

KAMI JAGA TITIPAN BAKAU GENERASI YANG AKAN DATANG.

Pulau Labu, 6/4/2014. Penanaman 3,850 mangrove berjenis Blokap masih dalam suku
Rhizophoraceae,  dari 100 ribu Bakau yang kami canangkan di Busung Sei Langkai Dangsi.

Adalah sebuah tantangan tersendiri menanam bakau di busung sei Langkai, hingga harus mempunya trik khusus,  kami mempunyai mempunyai teknik tersendiri saat melihat para aktivist sangat sulit berjalan diatas lumpur tebal.

Awang Congkang Direktur Operasi Penanaman 100 ribu Mangrove menyiapkan alat berupa kotak gabus, biasanya digunakan sebagai tempat pengiriman ikan beku. Kotak diisi bibit Bakau lalu para aktivist dan nelayan menumpukan kedua lengan ke kotak lalu memindahkan sebagin beban tubuhnya ke gabus tersebut, baru didorong. Ternyata ini sangat memudahkan pekerjaan. Bila tidak menggunakan kotak gabus, maka para penanam akan terbenam hingga sulit keluar bila tidak dibantu.

Sebuah kehormatan untuk bisa  menanam bakau di masa sekarang ini, karena sebagai aktivist lingkungan kami tidak mau disalahkan anak cucu kami atau generasi yang akan datang, yang menyatakan " Mana Bakau Yang Kami Titipkanan". Red 001

Tanam 100 Ribu Bakau

Seratus Ribu Bakau Mulai Kami Tanam

Pulau Dangsi, Batam. 6 April 2014. Rehabilitasi mangrove
di wilalayah Batam mulai
dilaksanakan oleh Aktivist lingkungan yang tergabung dalam Selat Bulang Monitoring.Kegiatan
penanaman 100 ribu mangrove yang dicanangkan oleh Direktur Eksekutif Cisha Indonesia Rizaldy
Ananda pada saat kegiatan peresmian Boat pemantau lingkungan "Dugong" pada bulan April 2013.


  Kami telah mempersiapkan secara matang, mulai dari pemilihan bibit, pembibitan, penanaman hingga pengawasan. Awang Congkang menyatakan bahwa Nurshery telah menghasilkan anakan bakau sebanyak 25 ribu anakan bakau siap tanam, dan ini kita terus melakukan pembibitan hingga target100 ribu mangrove dapat kita tanami tanpa membuat kebohongan.

    Hari ini kami sudah melakukan penanaman 3,850 mangrove yang terdiri dari anakan serta bungkat (bibit Mangrove), kami memilih jenis Belokap masih dalam suku  Rhizophoraceae mangrove yaitu jenis Bakau yang ditanam paling terdepan mendekati bibir pantai.

    Lokasi penanaman yaitu Busung Sei Langkai  yang merupakan busung lumpur sedalam pinggang
orang dewasa ,selanjutnya awang mengatakan era tahun 80' merupakan busung Bakau primer dimana habitat udang, kerang-kerangan, kepiting serta ikan-ikan kecil dan sedang hidup dan berkembang biak.

Area seluas  11 ha bukan lah sebuah medan yang gampang ditanami, selain lumpur yang dalam, hingga menyulitkan penanam melakukan penanaman, sisi lain adalah adalah airnya sangat gatal dan berbau. ini semuanya diakibatkan oleh air limbah rumah tangga sebanyak 125 KK bermuara pada Sungai Langkai dimana lokasi Busung langkai hanya berjarak 1 Km dari muara tersebut, tetapi akan kami kembalikan kebentuk asal agar para nelayan disini dapat menikmati hasilnya dikemudian hari.

    Direktur Operasi Tanam Bakau 100 ribu, Awang Congkang meyakinkan kepada para donatur kegiatan, bahwa kegiatan tanam 100 ribu mangrove tahun 2014-2015 dapat tuntas dilaksanakan pada Juni 2015 sempena Hari Lingkungan Hidup sedunia.(Red 001)