Minggu, 13 April 2014

Operasi Cegah Tambang Ilegal

Operasi Cegah Kerusakan Lingkungan
Tambang Ilegal Pasir Darat Tg Piauyu

Sei langkai, Batam April 2014. Kegiatan ini sepertinya sudah cukup lama berselang yaitu pada Bulan Maret 2014 tetapi penulis baru dapat menuliskannya sekarang. Mengapa demikian tentunya ada alasan yaitu selain kegiatan pembibitan Mangrove tahap kedua Di Pulau Cicir yang cukup menyita waktu,  selain itu photo
Ka Bapedal Ikut Memeriksa KTP Diduga Terlibat Tambang Ilegal
kegiatan tentang operasi cegah kerusakan lingkungan di tg Piayu juga baru kami dapatkan dikarenakan salah satu aktivist kami membawa kamera digital yang berisi data gambar kegiatan, berangkat ke Medan untuk mengikuti acara Sembahyang Arwah, bisa dimaklumi istrinya keturunan Tionghoa.
Mesin 9700 cc alat kerja tambang Ilegal

Pada saat operasi di tg Piayu pada tanggal 27 Maret 2014, kami lebih dibebankan oleh pihak Bapedal
Perlu kami informasikan bahwa lokasi Tg Piayu berjarak + 25 km dari kantor Bapedal yang berada di Batam center, sedangkan jalan alternatif menuju lokasi tersebut tidak ada. Dengan waktu +30 menit tentunya operasi tambang pasir itu bisa steril dari alat berat serta pompa instalasi, maupun operator pelaksana apalagi cukong tentunya akan menyelamatkan diri.

Pasca operasi pengangkutan 4 unit exavator yang berad diwilayah tembesi pada tgl 20 maret 2014, secara tertutup Dendi Purnomo meminta kami untuk kembali aktif membantu kegiatan cegah lingkungan, karena sesuai dengan rancang bangun LSM Lakri yang meletakkan flatform pengghentian tambang ilegal di Kepri sekaligus kegiatan tanam 100 ribu mangrove.
Kami diminta untuk melakukan monitoring, pemetaan lokasi, sampai kemana alat berat itu disembunyikan bila ada operasi yang selalu bopong alias ketahuan.

Untuk melakukan Operasi tangkap tangan terhadap penanggung jawab kegiatan di lokasi tambang
Aktivis Bergerak
penggalian pasir darat. Sebagai aktivist tentunya  ini merupakan pekerjaan yang tidak gampang, aparat saja seperti pegawai Bapedal tidak mempunyai gambaran yang jelas yang mana wajah cukongnya, seperti apa kegiatannya, karena operasi yang mereka jalan kan selalu bocor dan tidak menemukan apapun di lokasi.

Target Masuk Bubu
Tugas diatas kami serahkan kepada Lsm Berseri saudara Undana untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan, tetapi tidak menghentikan tugas monitoring terhadap wilayah tembesi pada operasi pertama.
Dari data dan fakta yang ada dilapangan, dilaporkan Br inisial pengelola merasa percaya diri, karena tidak tersentuh, dia juga mengundang para pemilik truk pasir untuk mengambil pasir di lokasinya, dengan mengatakan kalau Bapedal masih konsentrasi di wilayah Tembesi.
Dalam kurun waktu 6 hari, laporan yang masuk menyatakan aktifitas tambang pasir di Tg Piayu semangkin meningkat malahan pada hari ke 6 pemantaua, terlihat pengelola mengganti mesin pompa air diganti dengan CC yang cesar yaitu 9700 cc delapan piston dengan diameter pipa hisap 8".

Hari Operasi
Ka Bapedal memutuskan pada hari kamis tgl 27 Maret 2014 melakukan operasi tahap II pukul delapan pagi surat koordinasi dikirimkan ke instansi terkait, Drektorat Pengamanan BP kawasan, Satpol Pamong Praja, juga Kepada Den Sub Polisi Militer,yang selama ini sangat aktif bekerja sama dengan Bapedal.
Informasi bocor kewilayah Tembesi pantauan aktivist yang bertugas disana mengatakan wilayah Tembesi tiba-tiba sepi dari aktifitas dari penambang yang masih membandel, tetapi wilayah Tg Piayu masih operasi hanya saja para supir truk yang mengantri keluar dari lokasi dengan muatan kosong kearah Pasar pancur, dan yang pasti Br sebagai Pengelola masih dilokasi dan terlihat percaya diri dengan memerintahkan operator Exavator bekerja meruntuhkan tebing pasir, lalu disemprot dengan air untuk memisahkan pasir dengan tanah.
Saat Tim Bapedal memasuki lokasi tambang, langsung menghentikan kegiatan, dan mengamankan Br beserta seluruh anggota pekerja , dilokasi juga diangkut 3 unit exavator sk 07, dan saat penggeledahan didapat catatan aliran dana, dan  data kubikasi pasir yang di jual. (Red 001)

Aktivist Buka-bukaan

Antara Tanggung Jawab dan Pekerjaan
Tanam Mangrove 100 Ribu 2014-2015

Batam, Sei langkai April 2014. "Break the limit" sering sekali kita melihat iklan maupun tayangan media televisi, berbagai macam presepsi terbenam dalam pikiran orang yang mengartikan, ada yang mengartikan keluar dari rutinitas yang monoton, tetapi bagi kami para aktivist merasakan Break the limit adalah mendobrak kegiatan lingkungan yang selama ini hibernasi menjadi aktif dan ada progres secara nyata.

Kegiatan lingkungan khususnya dibidang pemulihan sepertinya mati suridan mengharapkan generasi yang akan datang untuk menghidupkan kembali, tetapi itu semua tindakan konyol, membebani generasi yang akan
Aktivist Mengarahkan Juru Mudi Ke Lokasi Tanam Bakau

Monitoring Mangrove
datang padahal sekarang pun bisa kita lakukan.
'Break The Limit" merupakan sebuah jargon positif memicu semangat kami agar lebih berkarya dibidang pemulihan lingkungan serta  memperlambat kerusakan yang ditimbulkan oleh dampak pembangunan.

Pembagian tugas dan tanggung jawab pun dibentuk, teman-teman Lembaga Kajian Alam lingkungan Kepri (LAKRI) diminta membuat sebuah master plan untuk mengarahkan kegiatan teman-teman agar lebih teratur, karena selama ini masih bersifat situasional. Sehingga kami mempercayakan hal ini untuk ditelaah dan di buat Rancangan Kerja Strategis dalam kurun 1, 3 dan 5 tahun kedepan.

Efek Negatif Timbul.
Racangan kerja strategis yang diusulkan hampir semuaya positif dan berskala besar salah satunya adalah kegiatan Tanam 100 ribu mangrove 2014-2015, sedangkan agenda kedua adalah penghentian Tambang liar yang merusak lingkungan Kepri demi kepentingan segelintir orang
Rancangan besar tentunya ada rancangan pendukung, khususnya Progran tanam 100 ribu mangrove perlu dibuat sebuah flatform yang jelas, seperti ketersedian bibit bakau, wilayah tanam, pendanaan dan lain sebagainya.
Cisha Indonesia merupakan Lsm yang diserahkan kepercayaan untuk menjalankan semua program yang telah diputuskan bersama demi sebuah kata Break Hibernasi Lingkungan, sulit tentu tidak, kendala pasti ada.
Salah satunya para aktivist harus fokus dan bekerja sesuai dengan rule of the game.

Satu sisi para aktivist perlu makan dan menghidupi keluarganya, sedangkan pendanaan lebih menitik beratkan kepada program dari pada kehidupan pribadi seorang aktivist. Aktivist yang kelaparan tentunya akan terganggu kegiatannya, apalagi ada isu miring aktivist hidup dari organisasinya.Padahal dia harus melaksanakan program yang dananya dihimpun oleh donatur-donatur.
Tidak kami pungkiri hal itu terjadi, dan bila itu terjadi maka organisasinya akan sangat sulit berkebang, sehingga rencana untuk kegiatan-kegiatannya juga akan terkendala.
Maka perlu dilakukan sebuah langkah-langkah yang strategis, dari pada kita bersaing saling menyatakan kita yang terbaik, maka lebih baik kita merger atau bergabung.

Apakah Kalian Tahu Apa yang kami Punyai.
Aktivist Mendekati Boat Penebang Kayu Bakau- Sei langkai
Kami para ativist mempunyai rancang bangun serta pendanaan yang cukup kuat, pada dasarnya aktivist yang bergabung dalam Selat Bulang Monitoring (gabungan Cisha, Lakri dan Lsm Berseri )mempunyai pondasi kecukupan keuangan pribadi yang mumpuni, untuk sekelas aktivist.
Seperti diri penulis, selain mempunyai basic salary level manager yang ada di Batam, mampu membiayai kehidupan pribadi dan dana taktis kegiatan bersama rekan-rekan, tetapi ada sebuah keistimewaan yang kami dapatkan dimana para pimpinan usaha memberikan kelonggaran kepada penulis untuk melakukan management produksi diluar kantor, dengan telephone, email serta temporary meeting dengan pekerja lapangan, dan tidak ada yang menggantikan posisi saya di seksion yang ditangani kecuali foreman yang saya didik sebelumnya.
Kenapa bisa demikian karena bos saya juga cinta lingkungan, malahan dia sering menceritakan kegiatan aktivist seperti kami dengan client-client, dia bukan hanya menyatakan sekedar jargon-jargon bahwa perusahaannya cinta lingkungan, tetapi dia telah mendobrak stigma miring tentang aktivist dengan dukungan melebihi batasan yang ada yaitu jam dan hari kerja yang sangat flexible.
Program program yang jelas, menghasilkan simpatik para management perusahaan lapis atas, bila simpatik terbentuk maka kegiatan skala besar dapat kita jalankan salah satunya " Tanam 100 ribu mangrove 2014-2015"(Red 001)